Kidung jemaat hkbp online prono lucah blue melayu

Inilah yang menghiburku, Bahwa 'ku jadi milik Mu baik hidup maupun mati.5. Ya Allah yang Mahakasih, Engkau lahir di dunia ini; Engkau mati di kayu salib; Engkau rela mengganti kami. Bagaikan padi segenggammestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panassurya mekar berbuahlah. Teladan sudah Kauberi demi derita Mu dan melalui salib Mu Kaut'rima kuasa Mu!

Kau, Anakdomba yang lembut, kupuji siang-malamdan diriku dengan syukur pada Mu kuserahkan. Dari kubur telah Kau bangkit; kuasa maut tiada lagi. Syair: Ein feste Burg ist unser Gott, Martin Luther 1529,terj. Bagian kami tak lebih, seperti segenggam Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap Bersama Mu di Firdaus gemerlap.3.

Tengadahlah: Allahmu datang; umat Nya Ia selamatkan!

Selaku Hakim yang kudus Ia membalas kekerasan,membela korban penindasan, menjamin damaimu terus! Celiklah mata orang buta melihat karya yang ajaib,telinga tuli pun terbuka untuk menyambut kabar baik;yang lumpuh bangun dan menari, yang bisu bersyukur menyanyi,kar'na di tanah yang gersang mengalir sungai air hidupmembuat padang gurun itu penuh tanaman dan kembang! Nanti terbuka jalan raya; umat kudus pelintasnya,bebas ancaman dan bahaya, menuju Sion mulia.

Jangan seseorang pun di dunia merampas harta hatiku:dasar percaya yang 'ku punya dan alas doa yang teguh;hidup dan mati 'ku tent'ram: rahmat Mu, Tuhan, kugenggam,hidup dan mati 'ku tent'ram: rahmat Mu, Tuhan, kugenggam! Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaan Mu yang besar.

Langit, buana, laut bersyukur semua Malaikat segenap memuji Dikau jua. Syair: God enkel licht, Ahasverus van den Berg (1733-1807) menurut Du reines Lich, Christian Friedrich Daniel Schubart (1739-1791)Terjemahan: Yamuger, 1984 Lagu: Jemaat Perancis di Belanda, 1803do = es 4 ketuk Syair: Lord Jesus, Think on Me, Allen William Chatfield (1808-1896) menurut Mnooeo Khriste, Synesius dari Cyrene (375-430) Terjemahan: I. Kijne (1899-1970)Lagu: John Stainer (1840-1901)do = d 4 ketuk4.

Segala penghuni yang ada di bumi kelak menikmati sejaht'ra abadi; Semua bersatu mengikut Rajamu yang datang Menghiburkan hati sedih. Syair: Es ist ein Reis entsprungen/Lo, How a Rose E’er Blooming, Nyanyian Natal Jerman abad ke-16; bait 3Friedrich Layritz, 1844, bait 4: Michael Praetorius, 1609, Terjemahan: Yamuger/Pan. Engkaulah mutiaraku, Putra mahkota Bapa Mu, Pangeran Mahamulia! Syair 312a: Christe, du Lamm Gottes, Liturgi Jerman (Braunschweig 1528), menurut Agnus Dei,terj. Pujilah Tuhan, muliakan Dia yang telah menjamu kita: Tubuh kudus Nya sudah dipecahkan dan darah Nya dicurahkan. Tuhan, Kau menjadi insan dilahirkanoleh Maria, tubuh Mu, darah Mu kes'lamatan umat Mu. Dialah Roti kurnia sorgawi, Dia kita peringati, Tuhan,kasihanilah! Allah kiranya memberkati kita, hingga kita ikut Dia,sungguh terpadu dalam kasih Tuhan, satu oleh Perjamuan. Tuhan, jangan Roh Kudus Mu Meninggalkan kami, umat Mu. Dengan api Roh Kudus kobarkanlah imannyauntuk mewartakan Injil Mu di dunia.2.

Kau bunga bakung hatiku; betapa harum Injil Mu, lipuran yang sempurna! Kau dandanan dan santapan yang sorgawi: Kau sertaku tiap hari! Pancarkanlah di batinku cahaya sinar kasih Mu, Permata yang abadi! Yamuger 1984Syair 312b: Agnus Dei, tradisi Gereja lama Lagu 312a: Martin Luther Lagu 312b: H. Tuhan, Kauberi darah Mu yang menghapusdosa umat Mu; oleh Mu nyatalah kasih Allah yang baka. O Tuhan, curahkanlah wibawa yang rasuli, agar dihayatipanggilan Mu yang suci.Ya Pokok-anggur yang benar, buatlah ranting Mu segar berbuah yang sejati! Mengapa upahmu dan hasil jerihmu kaubuang terus untuk barang fana? K'rajaan Nya untuk selama-lamanya: Yesus Kristus Raja, Nabi, Imam. Kepada Mu sajalah harapannya selalu,tetap dan setia, teguh pada Firman Mu; pun ia layakkanlahbagi Mu tiap hari, berani bersaksi dan giat melayani.1.Kaulah Nyala pengasihan, kebajikan dalam hati: rindu lama Kauobati! Wajah Mu mencerminkan t'rus pribadi Allah yang kudus penuh kemurahan Nya. Hai kamu sekalian yang berdahaga, hai datang kemari dan minumlah air;dan biar padamu wang perak tiada, silakan, belilah makanan ajaib:air anggur, air susu, tak usah kaubayar. Dengarkanlah Aku, besarkan hatimu: di sini kau dapat santapan baka. Ia datang: Raja segala alam; kuasa, hormat hanya kepada Nya. Pujian malam kunyanyikan; syukur, ya Tuhan, pada Mu.Muliakanlah Sang Mempelai di singgasana yang permai; bersuka, hai umat Nya! Syukur, pujian dan sembah kepada Dia angkatlah yang mati bagi kita. Dengan setia Kau menjaga, mengasuh dan membimbingku.Nyanyi, tari bergiliran, bergembira puji Tuhan, Maharaja Keagungan! Alangkah riang hatiku, sebab 'ku jadi milik Mu, ya Alfa dan Omega! Ikutlah Dia yang menang, pikullah salib dan beban dengan bersukacita! Engkau sertaku tiap saat, pun dalam susah dan keluh. Telah Kautolong dari pagi: syukurku, Tuhan t'rimalah! Kutahu siapa 'ku percaya, baik siang atau malam pun: Kau Gunung Batu kes'lamatan, landasan pengharapanku!Dialah Jurus'lamatku, Kawan yang tak bertara, Pembawa damai yang penuh, disuruh Allah Bapa:"Pergilah Kau, hai anak Ku, terimalah di pundak Muakibat dosa dunia; bebaskanlah manusia dari hukuman dan cela: Engkaulah Penebusnya."3. Gunung Batu dan Pengharapan Abadidinyatakan di Bukit Golgota. Sayur kubis jatuh harga, pohon tomat kena hama,cengkeh pun tidak berbunga dan jualanku tidak laku,butir padi tak berisi, sampar ayam pun berjangkit,hewan ternak sudah habis, kar'na terpaksa aku jual.

Comments are closed.