Kisah benar konkik amoa

Plinius menjelaskan bagaimana dia telah membunuh baik lelaki maupun wanita, anak lelaki atau anak perempuan.

kisah benar konkik amoa-11

Julius Africanus menulis: "Thallus, dalam buku sejarahnya yang ketiga, menggambarkan kegelapan ini seperti suatu gerhana matahari - sesuatu yang kurasa tidak masuk akal' (tentu saja tidak masuk akal, karena gerhana matahari tidak dapat terjadi pada saat bulan purnama, dan pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama Kristus wafat)." Jadi, dari sumber ini kita dapat melihat bahwa berita Injil tentang kegelapan yang meliputi daerah itu pada saat Yesus disalibkan juga diketahui banyak orang dan menuntut penjelasan alamiah dari orang-orang tidak percaya yang turut menyaksikannya. Allah telah membalas kematian ketiga orang bijaksana ini dengan adil: orang-orang Athena mati kelaparan; orang-orang Samos ditelan samudra; orang-orang Yahudi, kalah perang dan terusir dari tanah airnya, terpencar ke seluruh dunia.

Kitab Tawarikhnya sudah hilang, tapi sebuah kutipan kecil dari karyanya, yang menegaskan tentang kegelapan yang meliputi bumi pada saat penyaliban, juga disinggung oleh Julius Africanus. Tetapi Socrates tidak binasa; dia hidup dalam ajaran Plato.

Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi.

Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus, atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukumnya di kayu salib, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan Dia; karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari yang ketiga; sebagaimana yang telah diramalkan oleh para nabi Allah sama seperti puluhan ribu hal lainnya ten tang Dia. Teks Arab dari perikop di atas adalah sebagai berikut: ''Pada masa ini hiduplah seorang pria bijaksana bemama Yesus. Banyak orang, baik Yahudi maupun bengsa-bangsa lain yang menjadi murid-Nya.

Namun, bukti sejarah dari luar sumber-sumber Kristiani membantah gagasan tersebut.

Seorang sejarawan Roma, pada tahun 112 M, Gubemur Asia, menantu pria Julius Agricola yang menjadi Gubemur Britania pada tahun 80-84 M.

Disempumakan oleh Filosofi dan Diperkaya oleh Kebenaran dan Pengetahuan." Naskah di atas yang digubah oleh Uskup Apapius pada abad ke-10 berisi sebuah unit yang dibuka dengan kata-kata: "Kami temukan dalam banyak buku karangan para ahli filsafat bahwa mereka menyinggung tentang hari ketika Kristus disalibkan." Lalu dia memberikan beberapa kutipan dari beberapa pengarang kuno.

Ada yang sudah dikenal oleh para cendekiawan modem ada yang belum.

Plinius menjelaskan bagaimana dia telah memaksa orang-orang Kristen untuk menyembah patung-patung Trayanus.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia juga telah "memaksa mereka menyumpahi Kristus, yang tak mungkin dilakukan seorang Kristen sejati." Dalam surat yang sarna dia mengatakan tentang orang-orang yang diadili: "Namun terbukti bahwa semua kesalahan mereka, kekeliruan mereka adalah bahwa mereka mempunyai kebiasaan untuk berkumpulpada hari-hari tertentu sebelum hari terang.

Kaisar tetap berpegang pada pendapatnya, dan mengancam mereka yang mendakwa orang-orang Kristen (Apology, V.2). Salah seorang penulis bukan Yahudi yang pertama-tama menyinggung tentang Kristus adalah Thallus yang menulis pada tahun 52 M. Dia memberi contoh kematian Socrates, Phytagoras, dan Kristus: ]'''Keuntungan apa yang diperoleh orang-orang Athena dengan membunuh Socrates?

Comments are closed.